BANDUNG-Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) mengembangkan BISMA (BEKRAF Interaction System Mobile Application), sebuah aplikasi informasi kreatif yang bertujuan untuk memajukan usaha kreatif di Indonesia.

Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF) Fiki Satari menjelaskan Para pelaku 16 subsektor industri kreatif, juga seluruh stakeholders ekonomi kreatif, perlu mendapatkan informasi lebih mendetail mengenai prosedur dan benefit yang dapat diperoleh dari BISMA.

“Maka perlu adanya sosialisasi BISMA langsung pada para pelaku, sekaligus juga memberi ruang bagi para pelaku untuk bertemu dan berjejaring,”katanya kepada wartawan di Bandung, Senin (22/5/2017)

Menurutnya, ditunjuknya Bandung sebagai kegiatan sosialisasi ini sebab populasi kota Kembang  didominasi generasi muda 68% dari 2,5juta penduduknya berusia di bawah 40 tahun, juga sarat dengan industri kreatif yang terus berkembang pesat.

“Bandung juga kaya akan kampus/ perguruan tinggi dengan program studi dalam berbagai bidang kreatif seperti seni, kriya, desain, arsitektur, seni pertunjukan, dan sebagainya. Ini menjadi faktor bermunculannya beragam creativepreneur di Kota Bandung,”ungkapnya

Selain itu pula, dikatakan Fiki keanggotaan Bandung sebagai City of Design dalam UNESCO Creative
Cities Network (UCCN) sejak Desember 2015 makin mengukuhkan posisi Bandung sebagai kota
kreatif kelas dunia.

“inilah yang menjadi alasan diselenggarakannya BISMA di Bandung, dengan tema BISMA Goes to Creativepreneur,”ujarnya.

Dalam menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi BISMA di Bandung ini, BEKRAF bekerja sama dengan BCCF, sebuah simpul komunitas kreatif di Kota Bandung serta berkolaborasi juga dengan para pelaku ekonomi kreatif asal Bandung yang telah memiliki reputasi mendunia dalam bidangnya masing-masing, yaitu Ajie Santika (Tinker Games, StartUp Bandung), Wientor Rah Mada (Bixbux, Bandung Digital Meet-Up), Irna Mutiara (Indonesia Fashion Chamber), dan Ali Bagus Antra (Bebek Garang).

“Kegiatan sosialisasi ini akan dilakukan dengan metoda yang bersifat eksperiental, atau memberikan experience nyata bagi para creativepreneurs yang hadir untuk dapat langsung terkoneksi dan berjejaring,” jelasnya.

“Para pesertanya nanti akan diarahkan untuk terlibat secara aktif dalam berbagai kegiatan, sehingga mereka akan termotivasi untuk tergabung dalam BISMA,”tambahnya

Pembicara kunci sekaligus pembuka kegiatan ini adalah Triawan Munaf, Kepala BEKRAF, dengan
tema Creative Economy and The Next Generation of Indonesian Creativepreneurs, yang dapat
memberikan wawasan mengenai potensi wirausahawan kreatif terkini di Indonesia.

Sedangkan, para pembicara dalam Sesi Panel adalah Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung), Regi Wahyu (CEO & pendiri Dattabot), Andrian Ishak (chef & pemilik Namaaz Dining), Dina Midiani (Indonesia Fashion Chamber), serta PidiBaiq (The Panas Dalam), dimoderatori oleh TB Fiki Satari (Ketua BCCF & Bandung Urban innovation Lab & Development/BUiLD).

Sesi Panel dilanjutkan dengan Sesi Parallel di kelas-kelas terpisah, dengan narasumber antara lain Andy Fajar Handika (Kulina), Jodi Janitra (J&C Cookies), Hasbi Asyadiq (Octagon Studio), Galih Sedayu (Air Foto Network, Ruang Kolaborasa), Wandi Krisdian (Forum Desain Bandung, Bandung Design Biennale), Ahmad Gumnizar (iMars Bandung), Tita Larasati (Komite Ekonomi Kreatif Kota Bandung, CAB Independent Publishing), dan Rully Kustandar (internet marketer).

Fiki menambahkan selain Sesi Panel dan Sesi Parallel, kegiatan Sosialisasi BISMA ini juga akan diisi oleh pameran brand/ produk kreatif dari para creativepreneurs peserta kegiatan yang telah terseleksi, meja-meja yang melayani/ memandu langsung pendaftaran aplikasi BISMA.

“Sekaligus menyediakan konsultasi penggunaannya, serta ruang informasi bagi yang ingin mengetahui lebih mendetail mengenai 6 deputi dalam BEKRAF,”pungkasnya. (MAT)

 

Sumber: jabarprov.go.id