Seperti diketahui, bulan suci Ramadhan adalah bulan penuh berkah bagi umat Islam. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, perayaan Ramadhan hingga Idul Fitri begitu terasa istimewa dan meriah.

Kebutuhan masyarakat pun menjadi meningkat, bahkan sekalipun harga barang cenderung tinggi. Itulah sebabnya, memulai bisnis disaat Ramadhan adalah keputusan yang tepat.

Nah, bagi Anda yang tertarik untuk berbisnis di bulan puasa Ramadhan, berikut sejumlah hal penting yang perlu Anda perhatikan.

5 Hal Penting Saat Memulai Bisnis di Bulan Puasa

1. Cermat Mengambil Peluang Usaha

Anda harus jeli dalam melihat kesempatan dan memanfaatkannya. Beberapa usaha tertentu menjadi sangat potensial saat Ramadhan, sehingga dapat memberikan keuntungan bagi pebisnis pemula.

Contohnya, usaha kuliner di mana banyak orang membutuhkan makanan dan minuman untuk sahur dan berbuka puasa. Atau, usaha busana muslim di mana banyak orang akan membeli pakaian muslim untuk beribadah dan merayakan Lebaran.

Ketika jumlah permintaan meningkat, Anda punya kesempatan untuk bersaing dengan pemilik usaha lain. Jadi, Anda harus cermat dengan memulai usaha yang sudah jelas memiliki potensi.

2. Pilih Bisnis yang Bisa untuk Jangka Panjang

Jika Anda berniat untuk terus menjadikan bisnis sebagai mata pencaharian utama, maka mulailah bisnis yang bisa dikembangkan untuk jangka panjang.

Misalnya, Anda ingin berbisnis kuliner. Jika Anda membuka stand jajanan buka puasa di pinggir jalan, maka bisnis tersebut hanyalah bisnis musiman dan hanya bertahan selama sebulan. Untuk itu, cari ide bisnis kuliner yang bisa berkembang.

Contohnya, usaha katering rumahan. Di mana saat Ramadhan, Anda menyediakan menu buka puasa dan sahur. Namun, setelah Ramadhan berakhir, Anda bisa mengembangkan katering untuk acara kantor, resepsi pernikahan, dan sebagainya.

3. Pisahkan Uang Pribadi dan Modal Usaha

Sekalipun Anda menjalankan bisnis kecil-kecilan atau bisnis rumahan, Anda perlu memisahkan uang pribadi dan modal usaha. Jangan mencampurnya dalam satu rekening bank.

Sebab hal ini akan memudahkan Anda untuk mengamati arus kas dan mencatat pemasukan maupun pengeluaran usaha, serta merencanakan keuangan bisnis ke depannya.

Bahkan meskipun hanya uang kecil, jangan dianggap remeh. Jika Anda tak teliti, salah-salah malah uang tabungan pribadi yang habis. Untuk itu, siapkan dua rekening berbeda untuk bisnis dan juga pribadi.

4. Buat Rencana dan Target yang Jelas

 

Apapun jenis usaha yang dijalankan, buatlah rencana dengan matang. Tentukan pula target yang ingin dicapai, agar bisnis bisa berjalan dengan terarah.

Jika Anda menjalankan bisnis offline, maka cari tempat usaha yang strategis, tentukan waktu operasional usaha, dan buat strategi pemasaran dan promosi yang tepat. Anda perlu memikirkan semuanya, meskipun bisnis selama Ramadhan hanya sebagai usaha sampingan.

Apalagi jika bisnis di bulan puasa tersebut akan dikembangkan lebih lanjut setelah itu, maka rencana bisnis haruslah jelas. Sebab Anda sedang merencanakan masa depan, jadi ini bukan hal yang cuma untuk coba-coba tanpa persiapan.

5. Jaga Stamina Setiap Hari

Bagi Anda yang muslim, perhatikan kesehatan selama Ramadhan. Anda akan menjalankan puasa selama lebih dari 12 jam. Ini dapat membuat tubuh menjadi lemah dan menurunkan semangat kerja.

Supaya Anda mampu menjalankan bisnis sambil menunaikan kewajiban beribadah, maka jangan sampai telat berbuka puasa dan juga pastikan Anda mengonsumsi makanan sahur yang cukup dan bergizi.

Dengan stamina yang prima, maka Anda akan tetap produktif sepanjang hari. Anda bisa fokus menjalankan bisnis dan melayani konsumen, sehingga usaha bisa berjalan dengan lancar.

 

Penulis: Tri Andri

Sumber: entrepreneurcamp.id