Awal tahun sepertinya menjadi sebuah awal yang baik untuk memulai sesuatu, salah satunya adalah bisnis. Di antara banyaknya jenis bisnis,  ada beberapa jenis bisnis yang akan bersinar di tahun ini, salah satunya adalah bisnis sosial. Tak hanya diminati karena memberikan banyak keuntungan, usaha jenis ini juga dapat menambah kesejahteraan serta melindungi kelestarian lingkungan.

 

Pengertian Bisnis Sosial atau Social Enterprise

Lalu, apakah yang disebut dengan bisnis sosial? Bisnis sosial adalah bisnis yang memiliki tujuan sosial, perdagangan di pasar yang kompetitif, dan menggunakan keuntungan mereka untuk manfaat masyarakat. Umumnya, bisnis ini dibentuk untuk menangani persoalan sosial atau lingkungan. Mungkin terdengar seperti aktivitas amal, namun pada kenyataannya tak demikian. Bisnis ini tetaplah sebuah usaha dimana perniagaan menjadi kegiatan utamanya. Yang membedakan hanyalah langkah mereka melakukan usahanya, serta bagaimana penggunaan keuntungannya, dimana keuntungan tersebut digunakan untuk kesejahteraan   masyarakat. Salah satu contoh bisnis sosial, seperti pengrajin sepatu yang menggunakan bahan kulit yang berasal dari peternak sapi lokal, pengrajin batik dengan menggunakan masyarakat sekitar sebagai sumber saya manusianya, dan beragam ekonomi kreatif lainnya.

 

Konsep dan Profit Bisnis Sosial

Bisnis sosial adalah bisnis yang didorong oleh berbagai tujuan sosial lingkungan. Seperti usaha yang lainnya, bisnis sosial juga menjadikan perniagaan sebagai kegiatan utama. Skema bisnis dari bisnis sosial berupa struktur pembiayaan yang meliputi keuangan, sosial, lingkungan, serta aliran keuntungan semua memiliki tujuan untuk pemberdayaan masyarakat dan lingkungan yang lestari.

Berbeda dengan perusahaan konvensional dimana keuntungan perusahaan hanya akan dirasakan oleh pemilik perusahaan. Bisnis yang berbasis pada masyarakat ini, keuntungan usaha akan dirasakan oleh semua pihak yang berkecimpung di dalamnya. Keuntungan serta efek positifnya akan ditanggung secara bersama. Selain itu, bisnis ini tidak hanya profit oriented, tapi juga memberikan dampak sosial dan dampak lingkungan untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di mana bisnis tersebut berkembang.

 

Tips Sukses Berbisnis Sosial

Untuk memulai bisnis sosial, seorang pengusaha haruslah jeli melihat beragam peluang yang ada di masyarakat dan juga mau mendobrak inovasi yang kadang tak terpikirkan oleh pebisnis pada umumnya. Seorang pebisnis sosial terkadang melakukan aktivitas bisnis yang menurut orang lain tak menguntungkan untuk dilakukan. Misalnya saja, mengembangkan bisnis bubur bayi dengan para pegawai yang berasal dari ibu-ibu sekitar, dimana mungkin saja bisnis tersebut untuk sebagian pebisnis tidak cukup menguntungkan, tapi melihat peluang, usaha tersebut bisa berkembang, terutama untuk kawasan yang kebanyakan ibu pekerja.

Bagaimana, tertarik untuk melakukan usaha berbasis sosial? Tak hanya jeli dalam melihat peluang, tapi juga cekatan dalam memilih perencanaan keuangan agar usaha tetap berjalan. Salah satunya dengan memilih asuransi sebagai tindakan preventif. Zurich Business Guard, sebuah perlindungan komprehensif untuk berbagai jenis usaha dengan nilai pertanggungan hingga Rp 20 milyar. Terdiri dari 3 jenis pilihan jaminan dengan premi yang beragam yang dapat disesuaikan dengan kemampuan Anda. Zurich Business Guard dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap aset bisnis (isi bangunan, bangunan, hingga persediaan) dari beragam risiko. Bahkan, perlindungan juga dapat diperluas dengan perlindungan terhadap tanggung jawab hukum dan beragam manfaat tambahan lainnya, sehingga para pebisnis dapat melakukan usaha mereka dengan tenang.

 

Sumber: zurich.co.id