Era globalisasi mendorong setiap negara untuk meningkatkan kualitas pendidikannya agar mampu bersaing di tengah pesatnya kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Bagi bangsa Indonesia yang saat ini sedang mendapatkan bonus demografi, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan merupakan prioritas utama untuk menyiapkan generasi emas yang mampu berkompetisi dan memenuhi kebutuhan masyarakat global. Jumlah penduduk Indonesia yang besar sekitar 264 juta jiwa menurut world population data sheet 2017 (www.prb.org) dan persebaran penduduk yang tidak merata merupakan salah satu tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia dalam upaya menyiapkan generasi muda yang handal.
Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dihasilkan melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas yang memenuhi empat pilar yaitu: learning to know, learning to do, learning to be, and learning to live together. Pendidikan yang baik ditandai dengan penguasaan soft skills dan hard skills yang seimbang. Upaya untuk mewujudkan Pendidikan yang berkualitas di Indonesia dapat dilakukan dengan inovasi pembelajaran sesuai dengan keterampilan yang diperlukan di abad ke 21 dan revolusi industri 4.0. Dalam hal ini, guru memegang peran yang sangat besar untuk melakukan terobosan dalam pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada materi akan tetapi juga meningkatkan potensi dan keterampilan siswa sehingga memiliki bekal yang cukup untuk hidup di zaman yang diwarnai dengan persaingan bebas di segala bidang.
Salah satu keterampilan yang diperlukan oleh siswa di era perdagangan bebas dunia adalah soft skill kewirausahaan. Negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Cina berhasil menguasai perdagangan dunia saat ini karena banyak rakyatnya yang memiliki keterampilan kewirausahaan. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk menginisiasi tumbuhnya keterampilan kewirausahaan pada siswa sejak dini. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan siswa sebagai bagian dari bonus demografi Indonesia agar menjadi orang yang kreatif, inovatif, dan memiliki kemandirian yang tinggi sehingga diharapkan tidak menjadi beban pembangunan tetapi menjadi aset bangsa yang mampu membuka lapangan kerja di masa depan.
Cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk menumbuhkan soft skill kewirausahaan yaitu dengan mengimplementasikan model Project Based Learning (PBL) Market Day. Model Project Based Learning Market Day adalah sebuah model pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan siswa untuk merekonstruksi pengetahuan, keterampilan dan mengkulminasikan dalam produk nyata serta memasarkan produknya kepada teman, guru, dan masyarakat sekitar melalui kegiatan bazar atau pasar yang diselenggarakan oleh sekolah. Project Based Learning Market Day ini dapat diterapkan pada mata pelajaran IPS, Kewirausahaan, Prakarya, Seni Budaya dan mata pelajaran lainnya atau dapat dilakukan dengan kolaborasi antara beberapa mata pelajaran.
Pelaksanaan model project based learning market day terdiri dari enam langkah yaitu: menentukan pertanyaan atau permasalahan paling mendasar yang akan digunakan sebagai sebuah proyek yang menuntut penyelesaian, mendesain perencanaan proyek, menyusun jadwal pelaksanaan proyek, memonitor kemajuan proyek, menguji proses dan hasil, dan mengevaluasi pengalaman membuat proyek. Enam langkah tersebut merupakan grand design pelaksanaan model project based learning market day.
Langkah pertama, menentukan pertanyaan atau permasalahan paling mendasar yang akan digunakan sebagai sebuah proyek dilakukan guru, misalnya pada pembelajaran IPS materi kegiatan pokok ekonomi atau kegiatan pasar. Pada tahap ini guru menayangkan video tentang aktivitas yang terdapat pada suatu pasar tradisional. Berdasarkan video tersebut, guru memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menceritakan dan menanyakan hal-hal yang dilihat pada video tersebut. Dari aktivitas tersebut akan terjadi interaksi edukatif yang menarik antara guru dan siswa untuk mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan pasar. Melalui diskusi kemudian disimpulkan bahwa pasar diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan pada hasil diskusi, guru dan siswa menentukan permasalahan mendasar yang akan dijadikan sebagai proyek yaitu bagaimana membuat pasar sederhana untuk memenuhi kebutuhan warga sekolah.
Langkah kedua model project based learning market day adalah mendesain perencanaan proyek. Pada tahap ini guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk membuat bisnis plan (perencanaan bisnis). Setiap kelompok menentukan jenis produk yang akan dibuat, bahan-bahan yang diperlukan, cara pembuatan produk, nama produk, sasaran konsumen dan strategi pemasaran serta leaflet iklan market day. Langkah ini sangat penting untuk menentukan keberhasilan pelaksanaan proyek.
Langkah ketiga yaitu menyusun jadwal pelaksanaan proyek “Market Day”. Penyusunan jadwal diperlukan untuk memastikan tahap-tahap proyek terlaksana dengan baik dan tepat waktu. Dengan membuat time schedule, semua kegiatan siswa mulai dari persiapan, pelaksanaan sampai dengan evaluasi proyek tercatat dan terjadwal sesuai dengan yang diharapkan.
Langkah keempat memonitor kemajuan proyek. Pada tahap ini guru memantau dan memberikan masukan kepada masing-masing kelompok dalam mempersiapkan proyek market day. Tahap ini termasuk tahap akhir persiapan sebelum market day dilaksanakan. Guru menanyakan apa saja yang kurang, kendala yang dihadapi, dan memberikan motivasi kepada setiap kelompok untuk melakukan inovasi dan kreasi dalam menghasilkan produknya. Guru juga memberikan pengarahan pentingnya kerja sama membangun team work yang kuat serta pembagian kerja dari masing-masing anggota kelompok. Dengan cara seperti ini, setiap siswa mendapatkan peran yang penting sehingga mereka akan berlatih bertanggung jawab terhadap pekerjaan dan tugas yang diberikan kepada mereka.
Langkah kelima adalah menguji proses dan hasil. Tahap ini merupakan tahapan inti dari pembelajaran model project based learning “market day” karena pada tahap inilah pelaksanaan market day dilaksanakan. Pada tahap pelaksanaan, setiap kelompok melakukan pengaturan display stand dan produk yang dibuat, dan kemudian melaksanakan praktik market day dengan melayani pembeli produk mereka baik dari siswa, guru, orang tua, komite sekolah maupun masyarakat sekitar yang ikut berbelanja pada kegiatan proyek yang dilakukan oleh siswa. Guna menarik semangat berkompetisi maka kegiatan market day dijadikan sebuah perlombaan dan diberikan reward kepada pemenang juara I, juara II, dan Juara III.
Pelaksanaan market day merupakan waktu yang ditunggu-tunggu oleh siswa. Setiap kelompok beradu gagasan, inovasi, dan kreativitas dalam menghasilkan produk yang diminati oleh konsumen serta berusaha menarik perhatian konsumen melalui strategi marketing dan display yang menunjukkan nama produk, gambar, dan harga jualnya. Siswa terlihat antusias dalam melaksanakan proyek market day. Berbagai produk mampu diciptakan dan dikreasikan oleh siswa. Hal ini menandakan bahwa siswa secara langsung belajar menumbuhkan keterampilan kewirausahaan mereka. Strategi pemasaran yang dipilih oleh masing-masing kelompok juga sangat variatif, ada kelompok yang mempromosikan produknya dengan membawa papan display, ada yang berkeliling kepada konsumen, ada yang menggunakan pakaian unik dan pakaian seragam, dan ada yang memberikan bonus balon serta mahkota dari kertas karton kepada para pembeli. Pada tahap ini guru berkeliling ke masing-masing kelompok sambil melakukan penilaian. Kriteria penilaiannya yaitu: display stand dan produk, inovasi produk, strategi pemasaran, dan persentase keuntungan yang diperoleh masing-masing kelompok.
Tahap keenam dan merupakan tahap terakhir model project based learning “Market Day” adalah mengevaluasi pelaksanaan membuat proyek. Setelah kegiatan market day selesai, guru kemudian mengumpulkan seluruh siswa yang melaksanakn market day. Pada tahap ini guru memberikan apresiasi kepada siswa yang telah berhasil melaksanakan proyek membuat pasar sederhana dengan baik. Guru kemudian menayakan kesan dan pesan pelaksanaan kegiatan market day. Sebagian besar siswa mengaku sangat tertarik dengan kegiatan ini dan berharap agar tahun depan dapat dapat dilaksanakan kembali. Pada tahap ini guru juga melakukan tanya jawab kepada siswa, apa saja kendala mereka dalam melaksanakan kegiatan market day dan mengumumkan kepada siswa untuk membuat tugas laporan pelaksaan kegiatan market day.
Kegiatan market day yang dilaksanakan oleh siswa disadari ataupun tidak mampu menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan soft skill di bidang kewirausahaan. Selain itu, kegiatan market day siswa mendapatkan pengalaman yang berharga dalam melakukan kegiatan ekonomi yang produktif. Melalui kegiatan tersebut, setiap siswa benar-benar memperlihatkan hasil kerja keras dan kerja cerdas mereka. Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah menumbuhkan fighting spirit dan daya saing siswa dalam berwirausaha di era globalisasi dengan penguasaan keterampilan kewirausahaan.