There is no innovation without failure period. Tidak ada inovasi yang sempurna sejak awal dikembangkan, tidak pula ada inovator yang sempurna sejak awal ia membuat inovasi. Inovasi berubah, sang inovator juga belajar. Oleh karena itu, yang harus kita lakukan adalah segera memulai, terus bekerja pada inovasi kita, terus berjalan ke depan, dan menjaga nilai, visi, dan cita-cita dari inovasi itu. Inovasi itu akan tumbuh dengan sendirinya, berubah menjadi lebih baik, tugas kita sebagai inovator adalah terus mengasahnya semakin tajam, kuat, dan bermanfaat.
Pertanyaan yang kemudian muncul, “Apakah sikap, karakter, nilai utama yang harus dimiliki oleh wirausaha sosial yang memungkinkan kewirausahaan sosialnya tumbuh lebih cepat dari waktu ke waktu?” Ada 3 hal yang penting untuk kita pahami sejak awal mengembangkan wirausaha sosial,. Tiga hal ini menjadi penting untuk terus memastikan pertumbuhan dari kewirausahaan sosial kita dan memastikan percepatan dalam pengembangan, antara lain :

1. Authentic

Saat kita memulai mengembangkan wirausaha sosial, setiap dari kita memiliki pilihan. Saya selalu katakan dan ingatkan akan pentingnya passion dan nilai. Passion dan value ini yang menjadikan kita memiliki karakter yang authentic. Saya percaya bahwa otentik adalah unsur kunci dalam menjalankan bisnis yang sukses dan memimpin tim yang hebat. Keenam tips ini akan membantu Anda menjadi pengusaha yang otentik :
  1. Mencintai apa yang dikerjakan
    Banyak wirausaha sukses adalah hasil dari keinginan pendiri menyelesaikan masalah. Passion tentang solusi yang ditawarkan membantu mereka mengomunikasikan perusahaan dengan cara yang otentik. Tapi, tidak semua passion dapat ditranformasi menjadi bisnis. Hanya karena anda menemukan sesuatu yang anda sukai, bukan berarti anda akan menikmatinya sebagai bisnis atau wirausaha sosial.
  2. Mempekerjakan orang – orang yang otentik
    Passion itu sering kali mengalahkan orang – orang yang berpengalaman. Orang – orang yang otentik, sering kali melakukan lebih dari sekedar menyelesaikan pekerjaan. Orang – orang yang otentik ini memiliki semangat yang menjadikan perusahaan kita bersinar melalui semua yang mereka lakukan. Mereka lebih mungkin bertahan dalam waktu yang lebih lama. Kelilingi diri anda dengan orang – orang yang otentik dan bisnis anda akan terus menyala – nyala.
  3. Mengakui kelemahan anda
    Tidak ada pemimpin yang sempurna. Bersikap terbuka pada kelemahan – kelemahan anda sebagai pemimpin akan menunjukkan bahwa kita pemimpin yang otentik. Sebagaimana ketika Mark Zuckerberg membangun Facebook. Dia menyadari bahwa kemampuan teknologi yang luar biasa tidak cukup untuk membangun Facebook. Dia memutuskan untuk menagjak Sheryl Sandberg sebagai Chief Operational Officer.
  4. Berbicara dengan setiap orang
    Sering kali permasalahan perusahaan tidak bisa kita lihat secara langsung, kecuali kita mendengar mereka secara langsung. Banyak sekali ide yang juga berasal dari orang – orang dalam strtuktur manajemen terbawah di perusahaan. Bahkan, sering kali masukan, permasalahan, dan ide brilian berasal dari orang – orang di perusahaan yang berhubungan langsung dengan pelanggan kita.
  5. Membuat hubungan otentik dengan pelanggan
    Gunakan berbagai cara untuk membuka. komunikasi yang otentik dengan target pasar anda. Mulai bertemu dengan audiens secara langsung atau berhubungan langsung melalui media sosial. Dengan begitu anda akan memiliki pelanggan yang loyal.
Jika Anda ingin menjadi lebih otentik, mulailah dengan mengetahui diri Anda sendiri. Ini berarti Anda harus mencari ke dalam dan berhubungan dengan perasaan, kebutuhan, dan nilai Anda yang sebenarnya. Ini penting, karena ketika Anda benar-benar mencintai apa yang Anda, Anda akan menciptakan koneksi yang berkelanjutan (sustainable connections) dengan investor, relasi, dan pelanggan. Jika Anda sedang bingung untuk memulai usaha yang otentik, tanyakan pada diri Anda, apa yang Anda suka? Apa yang Anda ahli? Apa yang bermakna? Kita butuh kejujuran, kepedulian, dan keberanian untuk memilih bidang yang kita tekuni. Jangan peduli apa kata orang lain, ini hidup Anda, bukan hidup mereka.
 

2. Boost

Kita butuh energi dan sumber daya untuk mampu terus mendorong wirausaha sosial bergerak ke depan. Apa yang membuat kita terus mendorong atau terdorong, jawabannya adalah empati. Kita harus mampu secara emosional merasakan tujuan dari wirausaha sosial kita. Faktor inilah yang menjadi nilai lebih dan kekuatan dari seorang wirausaha sosial dibandingkan wirausaha konvensional. Sebagai contoh, di Indonesia Medika, hari demi hari, staf-staf kami melihat, mendengar, dan merasakan bagaimana pasien-pasien yang dalam sakitnya mereka berjuang dalam keterbatasan. Hal itu menjadi afirmasi yang kuat bagi kami untuk bekerja lebih keras, berkorban lebih banyak, dan berkontribusi lebih besar. Ambisi, empati, dan kedisiplinan yang kita bangun akan menjadi bahan bakar yang mempercepat pengembangan wirausaha sosial kita.
Dalam bisnis, kecepatan untuk mengembangkan produk, layanan, dan bisnis adalah indikator bisnis yang penting. Ada beberapa strategi untuk mempercepat pengembangan produk, layanan, dan atau wirausaha sosial kita, antara lain :
  1. Dapatkan ide yang tepat (Right)
    Perusahaan harus terus melakukan hal – hal yang baru dan berbeda untuk mempercepat pencapaian target, visi, dan misi perusahaan. Itu semua dimulai dari ide – ide baru yang segar dan menjanjikan. Pemimpin atau manajer pengembangan produk dapat melahirkan ide tersebut berdasarkan permintaan dari pelanggan, usulan karyawan di semua lini, dankesesuaian ide tersebut dengan visi dan misi perusahaan. Ini semua penting untuk memastikan perusahaan melahirkan ide – ide yang bukan hanya terdengar sangat baik, namun juga benar – benar memiliki value yang cukup besar.
  2. Menyeimbangkan rencana dengan sumber daya (balance)
    Kebanyakan dari kita menghadapi permasalahan antara sumber daya dengan ide dan rencana yang diluar kemampuan perusahaan kita. Dengan mambangun keseimbangan antara rencana dengan kapasitas, kita akan mampu menentukan siapa yang dapat melakukan apa, kapan, dan menuju ke arah mana. Pada tahap ini hal yang paling penting adalah mengembangkan rencana yang realistis, seimbang, dan optimal.
  3. Memetakan rencana pengembangan proyek (project development)
    Inovasi harus memiliki roadmap atau blueprint dengan semua tahapan, target, dan kebutuhan yang terukur dengan jelas. Jika kita tidak memiliki perhatian pada titik ini, kita seperti terbang dalam keadaan buta. Blueprint tersebut akan membantu kita membuat prioritas dengan sangat bijak dan jeli. Sering kali, sumber daya kita sangat terbatas, ide dan rencana kita terlalu besar dan mahal. Di fase ini, kita harus cerdas memilih hal – hal mana yang harus kita kerjakan terlebih dahulu untuk memilih rute tercepat dalam bisnis. Perhatian pada hal ini akan membantu kita membuat portofolio atau prototype dengan benar dan melalui setiap fase dengan efektif, benar, dan cepat. Kita bisa mengoptimalkan pengembangan protek dengan manajemen prioritas yang baik dan bijak.
  4. Memanajemen risiko (risk management)
    Sering kali yang menghambat perusahaan untuk lari kencang adalah permasalahan yang mereka hadapi. Permasalahan atau resiko yang tidak bisa diatasi inilah yang kerap kali menjadiakn perusahaan mengorbankan rencana jangka panjang untuk sekedar menyelesaikan permasalahan jangka pendek. Risiko adalah bagian yang melekat pada bisnis apa pun. Semakin inovatif, semakin berisiko. Jika rencana berjalan dengan baik, risiko dan masalah dapat diidentifikasi lebih awal. Dengan demikian risiko tersebut dapat dicegah atau diatasi dengan lebih mudah. Selain itu, ketika risiko yang tidak dapat diatasi harus kita hadapi lebih awal, kita dapat memutuskan memberhentikan project sebelum terlalu banyak dana dan sumber daya terbuang.

3. Creativity

Steve Jobs mengatakan “Creativity is just connecting things. Creative people are able to connect experiences they have had and synthesize new things”. Dari nasehat beliau kita harus melihat 2 proses yang harus kita lalui, pertama adalah mengumpulkan pengetahuan dan pengalaman, kemudian kedua kita meramunya menjadi 1 “secret sauce” yang mampu menghasilkan kebermanfaatan.
Kreativitas menjadi hal yang sangat penting dalam wirausaha sosial. Tanpa kreativitas kita akan melakukan apa yang wirausaha lain biasa lakukan dan kita berada dalam kerumunan yang melelahkan. Kreativitas menjadikan perusahaan kita pergi dari kerumunan untuk bersaing dengan lebih sedikit orang yang sama-sama punya kreativitas.
Bagaimana cara kreativitas itu mempercepat perkembangan kewirausahaan sosial? Kreativitas mengarahkan pada percepatan dengan cara sebagai berikut :
  1. Menciptakan ide-ide baru untuk keunggulan kompetitif.
  2. Memikirkan cara-cara baru untuk mengembangkan produk Anda dan meningkatkan bisnis.
  3. Memikirkan hal yang tidak terpikirkan.
  4. Menemukan pola serupa di bidang yang lain,
  5. Mengembangkan ceruk baru melalui kreativitas dan kewirausahaan.

 

Penulis: dr. Gamal Albinsaid, M.Biomed

Sumber: kumparan.com